Laporan Tahunan YIPC Indonesia 2018

Salam Peace Shalom

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah YME karena laporan tahun 2018 ini dapat tersusun dengan baik. Dengan sangat terasa, tahun ini YIPC Indonesia sudah memasuki tahun ke-6 dalam berkiprah menyebarkan nilai perdamaian berbasis interfaith dialogue di kalangan pemuda. Sejak lahirnya YIPC pada tahun 2012, YIPC telah aktif melakukan upaya preventif di kalangan para pemuda dan mahasiswa khususnya dalam usaha mewujudkan perdamaian di Indonesia dan tentunya dengan harapan akan juga berdampak ke dunia. Usaha ini lahir sebagai jawaban atas maraknya kasus intoleransi, konflik antar umat beragama, kasus diskirimansi, dan banyaknya para pemuda yang terjebak pada organisasi-oraganisasi yang eksklusif secara sosial. Sehingga YIPC melihat sangat penting untuk memberikan ruang dialog bagi para pemuda dari berbagai latar belakang, agama khususnya untuk mau saling mengenal, menjadi inclusive secara sosial, dan bekerja sama dalam ruang-ruang sosial lainnya.

Tentunya upaya-upaya di atas dapat terus dilakukan YIPC secara berkala dikarenakan komitmen dan kerja kerasa bersama dengan para fasilitator dan volunteer lainnya di tiap regional, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Salatiga, Surabaya, dan , Malang. Oleh karena itu, kami dari YIPC Nasional ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh koordinator dan teman-teman seluruhnya di setiap regional YIPC se-Indonesia; yaitu yang ada di Medan, Bandung, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Di empat regional inilah, YIPC menunjukkan geliatnya secara terus menerus. Dimulai dari menyelenggarakan Student Interfaith Peace Camp, International Day of Peace, World Interfaith Harmony Week, kegiatan perayaan hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad, Kelahiran Isa Almasih, Buka Puasa Bersama pada Bulan Ramadhan, dan dialog-dialog interfaith. Selain itu, setiap regional juga telah berkomitmen untuk terus mengadakan pertemuan regular setiap satu minggu sekali untuk membahas tentang keberagaman, isu-isu yang sedang berkembang, dan Scriptural Reasoning.

Pada tahun 2018 ini pula, puji syukur berkat karunia-Nya, YIPC dapat mengembangkan sayap ke salah satu regional baru, yaitu Salatiga. Tepat di bulan Agustus, telah dilakukan training Assistant Facilitator, dimana teman-teman yang telah ikut serta akan menjadi key person untuk melanjutkan follow up disana. November lalu pun, Salatiga sudah melakukan SIPC secara terpisah di kota Salatiga, walaupun masih dibantu oleh para fasilitator dari Yogyakarta. YIPC sangat bersyukur karena melihat semangat para member baru disana. Semangat terus Salatiga! Ke depannya, diharapkan YIPC semakin berkembang juga di kota-kota lain nya di Indonesia. Amin!

Terakhir, semoga laporan ini dapat menjadi gambaran kiprah dan sumbangsih yang telah dilakukan YIPC selama satu tahun ini. Selain itu, laporan ini dapat menjadi bahan evaluasi dari semua pihak dalam melanjutkan agenda positif dan inovasi baru sesuai dengan perkembangan sosial. Kiranya Tuhan memberkahi dan mengawal YIPC dalam menyebarkan nilai perdamaian melalui para peacemakers muda dimana pun berada.

Salam Peace Shalom.

atau klik untuk Download

Pendaftaran Student Interfaith Peace Camp (SIPC) April-Mei 2018

Di tengah maraknya konflik antar umat beragama yang kerapkali disertai dengan tindak kekerasan, apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa? Terpanggilkah kamu untuk menjadi agen perdamaian? Bagaimana kamu menyebarkan nilai-nilai perdamaian yang diajarkan oleh Kitab Suci? Bagaimana kamu dapat memahami dan menghargai iman dari umat lain?

Yuk Ikutan…..
Student Interfaith Peace Camp April-Mei 2018
“Building Peace Generation Through Young Peacemaker”

Di sini kamu akan belajar tentang Nilai Perdamaian dan Dialog Lintas Iman Islam-Kristen yang berdasar pada Kitab Suci. Peace Camp sudah ada sejak 2012 dan diadakan di kota-kota besar di Indonesia.

Siapa Penyelenggaranya?
Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia
(www.yipci.org)

Apa Syarat Pesertanya?
– Mahasiswa D3/S1 (aktif)
– Muslim dan Kristiani
– Max. 30 orang
– Bersedia mengikuti acara dari awal sampai akhir (Schedule kegiatan terlampir)

Fasilitas apa yang didapatkan Peserta?
– Akomodasi 3 hari 2 malam
– Konsumsi selama acara
– T-Shirt
– Pin
– Sertifikat
– Bonus Gratis iuran anggota YIPC selama 3 bulan (bagi yang bergabung dalam YIPC setelah Camp)

Kapan dan Dimana?
– Medan (27-29 April 2018)
– Surabaya (27-29 April 2018)
– Malang (4-6 Mei 2018)
– Jakarta (4-6 Mei 2018)
– Bandung (11-13 Mei 2018)
– Yogyakarta (27-29 April 2018)

Berapa Biayanya?
– Medan: Rp. 250.000,-
– Surabaya: Rp. 250.000,-
– Malang: Rp. 250.000,-
– Jakarta: Rp. 200.000,-
– Bandung: Rp. 200.000,-
– Yogyakarta: Rp. 250.000,-

CP : 

Jakarta – 0858 3028 0115
Medan – 0852 6125 6809
Surabaya – 0813 3445 5003
Yogyakarta -0815 4804 6929
Bandung -0838 2094 1101
Malang -0812 4906 2025

Anda akan mendapat email dari Panitia bila Anda lolos seleksi, untuk proses pembayaran.
Daftar peserta final akan diumumkan dalam website YIPC: www.yipci.org

KLIK: FORM PENDAFTARAN

Pastikan kamu mendaftar di regional terdekat dan sudah mengisi form ini dengan benar ya…
Terima Kasih!

LAPORAN AKHIR TAHUN YIPC INDONESIA – 2017

Salam Peace Shalom

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah YME karena laporan tahun 2017 ini dapat tersusun dengan baik. Tidak terasa, tahun ini YIPC Indonesia sudah memasuki tahun kelima dalam berkiprah menyebarkan nilai perdamaian berbasis interfaith dialogue di kalangan pemuda. Sejak lahirnya YIPC pada tahun 2012, YIPC telah aktif memberikan usaha preventif kepada para pemuda dalam usaha mewujudkan perdamaian di Indonesia khususnya, di dunia pada umumnya. Usaha ini lahir sebagai jawaban atas maraknya kasus intoleransi, konflik antar umat beragama, kasus diskirimansi, dan banyaknya para pemuda yang terjebak pada organisasi-oraganisasi ektrimis. Sehingga kami merasa perlu untuk memberikan ruang dialog bagi pemuda.

Sehingga tidak berlebihan kiranya, jika kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh koordinator dan anggota setiap regional YIPC yaitu Medan, Bandung, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Di empat regional inilah, YIPC menunjukkan geliatnya secara terus menerus. Dimulai dari menyelenggarakan Student Interfaith Peace Camp, International Day of Peace, World Interfaith Harmony Week, kegiatan perayaan hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad, Kelahiran Isa Almasih, Buka Puasa Bersama pada Bulan Ramadhan, dan dialogdialog interfaith. Selain itu, kami pun berkomitmen untuk terus mengadakan pertemuan regular setiap satu minggu sekali untuk membahas tentang keberagaman, isu-isu yang sedang berkembang, dan Scriptural Reasoning.

Untuk selengkapnya peacemakers sekalian dapat baca dalam pdf yang terlampir dibawah ini. Selamat membaca dan terus berproses sebagai pembawa damai.

 

btw, jika ada masukan dan saran bisa meninggalkan pesan di web ini atau melalui media sosial kami. terima kasih.

 

Salam Peace Shalom

Pendaftaran Student Interfaith Peace Camp (SIPC) Oktober-November 2017

Di tengah maraknya konflik antar Umat Beragama yang kerapkali disertai dengan tindak kekerasan, apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa? Terpanggilkah Kamu untuk menjadi agen perdamaian? Bagaimana Kamu menyebarkan nilai-nilai perdamaian yang diajarkan oleh Kitab Suci? Bagaimana Kamu dapat memahami dan menghargai iman dari umat lain?
.
Yuk ikuti…
Student Interfaith Peace Camp 2017
“Building Peace Generation Through Young Peacemaker”
.
Di sini kamu belajar Nilai Perdamaian dan dialog Islam-Kristen berdasarkan kitab suci. Peace Camp sudah ada sejak 2012 dan diadakan di kota-kota besar di Indonesia.

“Building Peace Generation
Through Young Peacemakers”

Siapa Penyelenggaranya?
Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC)
(www.yipci.org)

Apa Syarat Pesertanya?
– Mahasiswa D3/S1 (aktif)
– Muslim dan Kristiani
– max. 30 orang

Fasilitas apa yang didapatkan Peserta?
– Akomodasi 3 hari 2 malam
– Konsumsi selama acara
– T-Shirt
– Pin
– Sertifikat
– Bonus Gratis iuran anggota YIPC selama 3 bulan (bagi yang bergabung dalam YIPC setelah Camp)

Kapan dan Di mana?
– Medan (20-22 Okt 2017) – Pendaftaran sudah ditutup
– Surabaya (27-29 Okt 2017) – Pendaftaran sudah ditutup
– Yogyakarta (3-5 Nov 2017) – Pendaftaran sudah ditutup
– Bandung (17-19 Nov 2017)- Pendaftaran sudah ditutup

Berapa Biayanya?
Pendaftaran & Pembayaran sampai

Bandung: 25 Oktober 2017:

Biaya: Rp 200.000

CP: 
Medan: 082367093525
Surabaya: 087854932100
Jogja: 085842350981
Bandung: 083820941101

Anda akan mendapat email dari Panitia bila Anda lolos seleksi, untuk proses pembayaran.
Daftar peserta final akan diumumkan dalam website YIPC: www.yipci.org

Pastikan mengisi form ini dengan benar

KLIK: FORM PENDAFTARAN

Terima Kasih, Ditunggu pendaftarannya.

PeaceNews English May17 Edition

Conflict without Violence

 

All humans in this world, including us, must have experienced conflict. Whether it’s a conflict with family members, neighbors, friends, teachers, or anyone else. Conflict is actually something natural. As long as we relate or communicate with others, then the potency of conflict will exist. However, the way we resolve conflict may be different. If we deal with conflict wrongly, then it can be more complicated. Otherwise a right way to resolve conflict will make a better relationship.

From Prophet Muhammad, we must learn about how to transform a conflict. In the early history of Islam, it is narrated that after the Kaaba, the cube-shaped building used as the center of worship, was flooded and renovated, some leaders of Arabic tribes were confused about who was the most entitled person to move Hajar Aswad – a black stone believed coming from Heaven – into the Kaaba (it is usually placed in the corner side of Kaaba). Almost all leaders argued and claimed that they were the most entitled person to move the holy stone. It was said that the tension of their debate was high and it almost caused a fight. Finally, the young Muhammad suggested to place the stone on a white cloth and each Arabic leader might hold the cloth’s edge and brought it into the Kaaba. Everyone agreed and felt that Muhammad’s suggestion was a win-win solution. Fight and bloodshed due to the conflict could finally be avoided. Had there been no concrete solution from Muhammad, it was likely that the conflict would produce violence.

From that case, we can see that Prophet Muhammad had transformed the conflict positively. Neither undermine one tribe nor exaggerate it. He did not run away from conflict but faced it directly. He understood that if it was not resolved, the conflict would bring violence or war.

Another way that can be done to resolve an individual conflict is to talk face to face. However it requires an open mind and emotional control. However, perhaps not everyone has the courage or confidence to talk about conflict or try to solve it. The differences on social status, educational level, gender or age may become the obstacle. If you have such conditions, then one way that can be used is to appoint a third party (mediator) to help in resolving the conflict. Using mediator in conflict within the Islamic tradition is known as tahkim.

Finally, we can conclude that there are many ways to resolve conflict. We can choose it based on our ability or the situation of conflict. The most important thing is whatever way you choose, you must avoid violence in resolving conflicts. There is no conflict in the world that can be solved by violence because violence always breed another violence.

To Download:

  1. Put the cursor on the right top corner of the newsletter frame.
  2. Clik popout

PeaceNews Edisi Mei 2017

Peace News Edisi Mei 2017

Assalamualaikum Waramahtullahi Wabarakatu

Shalom Alaikhem besham Hamashia

Salam Peace Shalom

Bersyukur atas anugerah Allah sang pencipta yang telah memampukan kita semua untuk terus berkarya di bumi yang dipercayakan pada kita. Redaksi PeaceNews juga sangat bersyukur karena berkah-Nya lah, kami dapat menyapa pembaca yang penuh damai setiap bulannya. Dalam edisi kali ini kami akan mencoba untuk mengulas tentang esensi dari menerima diri yakni bagaimana kita harus memandang diri kita sendiri dengan tepat. Kita belajar bahwa seyogianya sebagai salah satu ciptaan yang diberikan wewenang khusus, manusia memenag peran penting untuk menjadikan dunia selaras, seimbang dan penuh kedamaian. Tugas mulia ini tentunya adalah peran yang sangat penting, karena itu setiap kita perlu memandang diri dengan tepat. Bagiamana kita melihat semua potensi yang dimiliki dapat dikembangkan untuk berguna bagi diri sendiri dan banyak orang. Disisi lain, kita dapat melihat kekurangan kita sebagai sesuatu yang harus dirubah dan juga potensi untuk bergandengan tangan dengan sesama yang lain. Karena seyogianya kita tercipta sebagai mahkluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Dalam hal ini kita juga perlu berdamai dengan diri kita dan latar belakang kita, bahwa Allah tidak kebetulan melahirkan kita dari latar belakang keluarga dan kondisi saat ini, melainkan Dia punya rencana yang indah dalam kehidupan kita.

Dalam edisi kali ini juga akan coba mengulas lanjutan dari sejarah kitab suci Alkitab pada edisi sebelumnya. Hal ini penting karena dengan mengerti sejarahnya akan membantu kita memaknai isi dan ajaran Kitab Suci tersebut. Selain itu, edisi kali ini ada beberapa artikel yang berupa opini, dan juga artikel liputan kegiatan-kegiatan yang dilakukan YIPC sebagai sebuah sarana untuk terus menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan semangat saling mengenal lebih dekat  melalui dialog.

Kami terbuka atas setiap masukan dari sahabat damai sekalian. Selamat Membaca.

Salam Peace Shalom

Cara download,

  1. Arahkan kursor ke pojok kanan frame newsletter di atas.
  2. Klik popout

5th Young Interfaith Peacemaker National Conference (YIPNC) 2017

5th Young Interfaith Peacemaker National Conference (YIPNC) 2017

Tema : “Rayakan Keberagaman Bagi Kemuliaan-NYA”
Tempat & Tanggal: Surabaya, 1-8 Agustus 2017
disenggarakan oleh:  Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia
www.yipci.orgPESERTA:
Pemuda Muslim & Kristiani usia di bawah 30 tahunTOPIK BAHASAN
• Keberagaman yang Memuliakan Allah
• Peran Pemuda Bagi Kehidupan Beragama Yang Cerdas & Dewasa
• Menyemai Bahasa Kasih
• Dinamika Agama & Budaya dalam ke-Indonesiaan
• Kematian & Kebangkitan Isa Al-Masih dalam perspektif Kitab Suci Injil dan Al-Qur’an
• Agama & Politik dalam negara Pancasila
• Belajar dari Kehidupan nabi Musa bagi kehidupan umat beragama saat ini
NARA SUMBER
1. Dr. Munim Sirry (Notre Dame University USA)
2. Dr. Bambang Noorsena (Universitas Kristen Cipta Wacana Malang)
3. Dr. Budi Rudianto (Universitas Andalas Padang)
4. Dr. Choirul Arif (UIN Sunan Ampel Surabaya)
5. Dr. Airlangga Pribadi (Universitas Airlangga Surabaya)
6. PKUB Kementerian Agama RI
7. Dan beberapa pembicara lainnya
PENDAFTARAN:
– anggota YIPC: Rp 500,000 (1-31 Mei), Rp 700.000 (1-30 Jun)
– bukan anggota YIPC: Rp 1.000.000
(ingin menjadi anggota YIPC? dapat mengikuti Peace Camp: bit/ly/YIPC-2017)termasuk:
– Transport lokal Surabaya ke tempat acara
– Akomodasi 8H/7M
– Pin and Sertifikat
– T-Shirt

Ditransfer ke rekening YIPC:
BRI 1384-01-000070-523
Kirimkan bukti transfer ke email panitia:
nc.yipc@gmail.com

Silakan kirimkan 1-2 halaman essay ke email panitia:
nc.yipc@gmail.com
(paling lambat 30 Juni 2016)

Pilih salah satu topik essay sesuai TOPIK BAHASAN di atas.

LOA akan diberikan bila telah mengirimkan Bukti Transfer + Essay

KLIK UNTUK PENDAFTARAN

Pengumuman Peserta Student Interfaith Peace Camp Mei 2017

Salam Peace Shalom,

Alhamdulilah pendaftaran Student Interfaith Peace Camp (SIPC) yang akan dilakukan di 4 Regional sudah selesai dilaksanakan. Berikut kami akan sampaikan nama-nama peserta yang telah lolos dan telah menyelesaikan proses pendaftaran.

  • Regional Medan, 5-7 Mei 2017

 

  • Regional Yogyakarta, 11-13 Mei 2017

 

  • Regional Jatim, 11-13 Mei 2017

  • Regional Bandung, 28-30 Mei 2017

Akan segera di publish.

Salam Peace Shalom

Hormay kami,

Panitia SIPC Indonesia

Youth Interfaith Peace Camp 2017

 

Youth Interfaith Peace Camp (YIPC) 2017

“Building Peace Generation Through Young Peacemakers”

Yogyakarta – Indonesia, July 2017
organized by: Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia (www.yipci.org)
Registration deadline: 1 June 2017
Registration fee (Biaya Pendaftaran):
– Indonesian: IDR 350,000
– International: USD 35Facility: Local Transport, Accommodation 4D/3N, T-Shirt, Pin and CertificateThere are 2 programs that will be run (Ada 2 program yang akan dijalankan): International & National Camp

  1. International Camp will be conducted in English (dalam Bahasa Inggris): Wednesday – Saturday, 12-15 July 2017
  2. National Camp will be conducted in Bahasa Indonesia (dalam Bahasa Indonesia): Minggu – Kamis, 16 – 19 July 2017

Participants (Peserta): Youth 17-30 years old
Please fill the Registration Form below (Silakan isi Form Pendaftaran di bawah ini)

Click: Registration Form

English Peace News April 2017 Edition

Salam Peace Shalom!

One of some reasons of religious intolerance is exclusivism. Many people do not differentiate between social/ political exclusivism and religious exclusivism. This is because in general those who hold religious exclusivism tend to be social/ political exclusivists. The idea of religious exclusivism is part of what so called theology of religion promoted by John Hick in twentieth century. There three views or conviction regarding relations among religions, especially regarding the truth claims and salvation: exclusivism, inclusivism, and pluralism. Exclusivism claims that a particular faith is the truth and the only way for salvation. While pluralism believes that all faiths are equally true and will bring salvation. Some people are confused to use religious pluralism when actually they mean “pluralistic” or “plurality”.

Miroslav Volf in his latest book Flourishing: Why We Need Religion in a Globalized World (2015) offers a thesis that religious exclusivists are the key for religious peacebuilding in this globalized world. Because the number of religious exclusivist are growing significantly, and the fact most of religious conflict, intolerance, and violence are done in the name of religion by the religious exclusivist. Religious exclusivism tend to manifest in social/ political exclusivism. Nevertheless, Volf also believes that religious exclusivism should be compatible with social/ political pluralism, which manifest in toleration, respect, and religious freedom, including freedom of spread religion.

Volf summarizes his argument on political pluralism in four points:

  • Because there is one God, all people are related to that one God on equal terms.
  • The central command of that one God is to love neighbors – to treat others as we would like them to treat us, as expressed in the Golden Rule.
  • We cannot claim any rights for ourselves and our group that we are not willing to give to others.
  • Whether as a stance of the heart or as outward practice, religion cannot be coerced.

 

YIPC in its movement respect all kind of religious views. Those who hold religious exclusivism are also “safe” and respected equally with those who believes in religious inclusivism and pluralism. YIPC facilitates those who hold religious exclusivism to be compatible and practice social pluralism not social exclusivism. Therefore in YIPC all of religious convictions can live together peacefully, respect each other as they want to be respected as Golden Rule teach, and put love as the basis of every interaction, as promoted through “A Common Word”. As a community that respect religious exclusivism, YIPC always promote social pluralism. YIPC can be one model that can be offered to the world in religious peacemaking. We hope more religious exclusivist can join YIPC and use YIPC as a means to learn to celebrate and respect the diversity in peace. Please pray for the regional Student Interfaith Peace Camp in 4 cities in Indonesia (Medan, Bandung, Jogja, and Surabaya) next month. Salam Peace Shalom!

To Download:

  1. Put the cursor on the right top corner of the newsletter frame.
  2. Clik popout