Belajar Keteladanan Nabi Ishak

Sejumlah anggota YIPC Medan kembali berkumpul menggelar sriptural reasoning. Mereka belajar tentang Nabi Ishak dalam perspektif Kitab Taurat dan Al-Quran di Taman Birek Universitas Sumatera Utara Medan, pada 16 Oktober 2016.

Peserta SR belajar bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah berdasarkan kisah Nabi Ishak yang kelahirannya ajaib dan menunjukkan betapa Allah maha besar sebagai pencipta. Secara akal, sebenarnya sudah tidak mungkin lagi Nabi Ibrahim dan sarah yang sudah lansia dan mati haid memiliki anak, tetapi ternyata Ishak lahir sesuai janji Allah.

Kemudian peserta SR juga belajar dari Nabi Ibrahim yang sangat hospitable menyambut orang lain yang belum dikenalnya.  Nabi Ibrahim sangat ramah, penuh empati, dan memberikan yang terbaik saat melayani.

Setelah mempelajari kisah tersebut, para peserta berkomentar dan menyampaikan nilai perdamain yang bisa didapatkan selama belajar kisah Ishak tersebut.

Wulansari menegaskan,“Muliakanlah Tamu Kita dan janganlah prejudice terhadap orang-orang yang baru kita kenal.

Itulah bagian dari keteladan dari kisah Nabi Ishak pada kegiatan reguler meeting tersebut. Mereka pun juga belajar tentang pentingnya menghilangkan sikap berburuk sangka kepada orang lain. No Projudice atau jangan berperasangka buruk merupakan inti dari adanya nilai perdamain yang didapatkan pada kegiatan SR tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.