Bila Prasangka Melahirkan Konflik, Saatnya Anak-Anak Muda Menonton Provokator Damai

Beberapa anggota YIPC Jogja tertarik untuk menonton bersama (nobar) film provokator damai. Harapannya, agar terinspirasi bagaimana sebuah film bisa menyemangati untuk menggerakan semangat perdamaian . Maka, kegiatan nobar ini pun digelar pada saat reguler meeting YIPC Jogja, Minggu (20/11/2016).

Film provokator damai merupakan karya dua sineas Maluku Rifki Husain dan Ali Madi Salay. Film ini menceritakan seputar proses  perdamaian di Maluku pasca konflik kemanusiaan tahun 1999-2004 beberapa tahun silam. Dari film tersebut, para peserta bisa mendapatkan gambaran seputar konflik dan harapan untuk ikutserta menghadirkan perdamaian di lingkungan umat manusia.

Setelah menonton bersama-sama film provokator damai tersebut, para peserta diminta untuk berbagi cerita tentang apa yang didapatkan dari film tersebut. Menurut Laila, anggota baru YIPC Jogja, menegaskan jika film tersebut memiliki nilai-nilai bagaimana agar kita bisa menghilangkan prasangka dan terus berupaya agar membuka diri.

Hal serupa juga disampaikan Muna, menurutnya, hadirnya tindakan kekerasan yang terjadi antar ummat hanya bisa diredam melalui keterbukaan antar sesama, baik islam  maupun kristen. Terlebihnya, upaya agar menghilangkan rasa kecurigaan yang timbul dalam pemikiran kita terhadap ummat beda agama akan hilang apabila diantara kita mau membuka diri dan saling mengenal antara satu sama lain.

Pertemuan rutin YIPC digelar setiap akhir pekan. Agenda tersebut juga menjadi ajang untuk bertemu antar anggota di akhir pekan, entah dengan menggelar scriptural reasoning maupun nonton bersama film-film seputar perdamaian.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *