PeaceNews Edisi Mei 2017

Peace News Edisi Mei 2017 Assalamualaikum Waramahtullahi Wabarakatu Shalom Alaikhem besham Hamashia Salam Peace Shalom Bersyukur atas anugerah Allah sang pencipta yang telah memampukan kita semua untuk terus berkarya di bumi yang dipercayakan pada kita. Redaksi PeaceNews juga sangat bersyukur karena berkah-Nya lah, kami dapat menyapa pembaca yang penuh damai setiap bulannya. Dalam edisi kali[…]

English Peace News April 2017 Edition

Salam Peace Shalom! One of some reasons of religious intolerance is exclusivism. Many people do not differentiate between social/ political exclusivism and religious exclusivism. This is because in general those who hold religious exclusivism tend to be social/ political exclusivists. The idea of religious exclusivism is part of what so called theology of religion promoted[…]

Dialog “A Common Word” YIPC dan Mahasiswa Indonesia di NUS Singapura

Dialog bersama mahasiswa dalam rangka World Interfaith Harmony Week (WIHW) 2017 kembali digelar. Pada 9 Februari 2017, Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia berkesempatan mengadakan dialog A Common Word (ACW). Kali ini, mahasiswa National University of Singapore (NUS) yang berasal dari Indonesia berani melakukan diskusi lintas-iman dalam tataran ACW. Tak hanya itu, mahasiswa yang hadir[…]

Belajar tentang Konghucu dalam Sekolah Dialog Islam-Konghucu II

Purwokerto, Minggu 26 Maret 2017 Sekolah Dialog Islam-Khonghucu angkatan II dilaksanakan dengan cukup menyenangkan. Griya Gusdurian yang terletak di Banyumas, Purwokerto menjadi tuan rumah event menarik yang diselenggarakan oleh KAICIID (King Abdullah bin Abdulaziz International Centre Intereligious and Intercultural Dialogis) yang ada di Indonesia. Event yang diselenggarakan oleh KAICIID ini bekerjasama dengan Gusdurian Banyumas, GEMAKU[…]

Bedah Buku “Jurnalisme Keberagaman”

Bedah Buku ini dilakukan atas kerjasama Media Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Universitas Atmajaya Yogyakarta dan Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) yang bertempat di Auditorim Kampus IV Universitas Atmajaya Yogyakarta. Ada lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, jurnalis, dan aktivis penggiat sosial. Usman Kansong, penulis buku ini sekaligus Direktur Pemberitaan Media Indonesia,[…]

Belajar Islam dari Fazlur Rahman

Fazlur Rahman, nama yang fenomenal di kalangan akademisi dan studi keislaman di seantero penjuru dunia. Jangan berbicara kajian Islam kontemporer kalau belum menyentuh pemikiran Fazlur Rahman. Di Indonesia, salah satu tokoh yang menimba ilmu langsung dari Fazlur Rahman adalah Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, atau lebih akrab disapa Buya Syafii. Belum lama ini, tepat tanggal[…]

Dialog A Common Word (ACW) dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia

Dalam WIHW di Malysia, YIPC berkesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa-mahasiwi yang berasal dari tanah air Indonesia. Mereka menyebut diri sebagai Persatuan Pelajar Indonseia (PPI) Malaysia. Ada 7 anggota PPI dan 12 member YIPC yang mengikuti acara ini. Acara ini diisi dengan dialog ACW dengan pembahas dari perwakilan YIPC dan PPIM. Terdapat dua sesi dalam dialog,[…]

PeaceNews Edisi Maret 2017

Salam peace shalom! Salam Peace Shalom! Memasuki bulan Maret, kita bersyukur dengan kondisi bangsa kita yang tetap kondusif setelah setelah pelaksanaan pesta demokrasi serentak di beberapa daerah di tanah air. Seperti yang kita tahu bersama, belakangan ini kita seringkali dihadapkan dengan derasnya arus informasi dari media sosial yang menimbulkan keributan serta perpecahan publik. Banyaknya hoaks[…]

Penerimaan Tulisan dalam buku bunga Serampai 5 tahun YIPC

Salam Peace Shalom, Puji Syukur kehadirat Allah sang pencipta yang telah meridhoi gerakan perdamaian yang kita lakukan sehingga sampai tahun ini kita akan berumur 5 tahun. Sungguh berkat pertolongan dariNya kita dimampukan untuk terus berproses di dalam jalan kebenaran dan perdamaian. Sahabat YIPC dimanapun berada, umur 5 tahun memang masih sangat muda, kalau diibaratkan seperti[…]

Toleransi Tanpa Kata “Tapi”

Kita seringkali mendengar beberapa orang berkata bahwa tidak masalah suku atau agama yang berbeda tinggal di dekat (kompleks) rumahnya namun dengan syarat harus A, tidak boleh B, jangan melakukan C, dll. Seakan-akan mereka menerima perbedaan, namun segudang syarat itu secara tersirat menunjukkan penolakan yang halus. Apakah ini namanya toleransi? Menerima orang lain dengan beberapa syarat?[…]