CPHM Malaysia: Wadah umat kristiani untuk berdialog dengan umat agama lain

Dalam rangka WIHW 2017 YIPC berkesempatan mengunjungi Malaysia dan Singapura. Salah satu kegiatannya adalah bertemu dan berdialog dengan Christian for Peace and Harmony in Malaysia (CPHM). CPHM berdiri pada tahun 2015. Jason, salah satu pengurus CPHM, menyambut kedatangan anggota YIPC Indonesia dan sekaligus memperkenalkan CPHM, latar belakang terbentuknya, tujuan dibentuk, kegiatan yang dilakukan, dan bahkan memberikan klarifikasi mengenai beberapa isu-isu agama yang tersebar di media sosial.

Malaysia merupakan sebuah negara yang juga beragam, baik suku dan agama yang merupakan sebuah keniscayaan namun juga sebuah tantangan yang dapat menyebabkan konflik dan perpecahan. CPHM lahir dengan latar belakang tersebut, terdapat beberapa kejadian intoleran kecil yang disebabkan karena misunderstanding dan kurang komunikasi dalam perbedaan suku dan agama. Oleh karena itu, CPHM dibentuk sebagai wadah bagi umat Kristen yang ingin menjalin hubungan damai dan saling berkomunikasi dengan kelompok lintas iman. CPHM mengajak para pemimpin agama untuk bekerja sama melakukan pencegahan konflik antar agama untuk menjaga persatuan di Malaysia. Pernah CPHM melakukan pertemuan interfaith akbar di Malaysia yang dihadiri 1.200 orang yang berasal dari lebih 300 gereja di Malaysia, para menteri, organisasi non pemerintah, dan beberapa organisasi muslim seperti Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM) dan Perkasa.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan CPHM adalah:

  1. Mengadakan makan malam bersama dengan para pemimpin muslim pada saat open house
  2. Saling mengundang makan malam pada saat hari besar natal dan idul fitri
  3. Melakukan kegiatan amal kepada para pengungsi rohingia muslim
  4. Melakukan kegiatan bersama anak muda dan memainkan sebuah game scenario yang saling berganti peran, sehingga masing-masing peserta bisa merasakan langsung apa yang dirasakan oleh penganut agama lainnya.
  5. Melakukan seminar pertemuan pemimpin para pemimpin agama-agama di Malaysia dan dihadiri oleh perdana mentri Malaysia.

Kemudian CPHM juga berbagi tentang isu-isu yang tersebar di media sosial mengenai pelarangan penggunaan Allah oleh umat Kristen di Malaysia oleh umat muslim. Pak Jason memberikan klarifikasi bahwa konflik yang terjadi tidak separah yang diberitakan di media social. Di Malaysia penduduk yang beragama Kristen mayoritas adalah suku Chinese dan India, kedua suku ini tidak menggunakan Alkitab dalam bahasa Melayu melainkan Inggis, China, dan Tamil. Hanya sebagian kecil umat Kristen yang berasal dari suku Orang Asli dan tidak ada masalah dengan mereka.

Akan tetapi memang hubungan antar suku dan agama di Malaysia tidak dalam, melakukan dialog interfaith masih sangat tabu dan tidak nyaman. Hal inilah yang sedang dibangun oleh CPHM bersama dengan para pemimpin agama lainnya di Malaysia. (by:Jenni, ed:RnB)

 

2 thoughts on “CPHM Malaysia: Wadah umat kristiani untuk berdialog dengan umat agama lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *