PEACENEWS Edisi Juni 2016

Salam Peace Shalom!

Di bulan Mei yang baru kita lewati, media sarat dengan berita tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama kasus-kasus perkosaan. Betapa menyedihkan. Kita prihatin bukan hanya kepada para korban namun juga para pelaku. Korban dapat mengalami trauma dan gangguan kejiwaan yang berat, bahkan beberapa kasus sampai meninggal dunia. Namun bagi pelaku, mereka juga mengalami gangguan kejiwaan yang tidak ringan pula. Kekuatan dosa dalam bentuk dorongan seksual yang tidak terkendali telah membuat seseorang lupa diri dan benar-benar dikuasai oleh kegelapan. Betapa mengerikannya kuasa dosa itu. Setiap kita dapat juga terjebak dalam kuasa kegelapan yang tidak mampu kita kendalikan bila kita lengah. Artinya bahwa sebenarnya kitapun belum tentu lebih baik dari mereka.

Tidak ada seorangpun dari kita yang belum pernah berdosa. Jadi kita dapat merasakan betapa kekuatan dosa dan kuasa jahat tidak main-main. Bila hanya dengan kekuatan manusiawi kita, maka hampir pasti kita akan terseret. Tentunya merespon persoalan besar ini yang terbaik adalah pencegahan; yaitu menanam ajaran-ajaran Firman Allah sedini mungkin kepada anak. Firmanlah yang akan menjaga kelakukannya. Seperti tertulis dalam Zabur 119: 9 “Dengan apakah seorang muda menjaga kesucian hidupnya? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu” dan Zabur 119: 105 “Firman-Mu seperti pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Bila hidup kita dijaga dan jalan kita diterangi oleh Firman Tuhan, niscaya kita dimampukan untuk menang atas hasrat dosa. Hal kedua yang tidak kalah penting adalah komunitas. Bila kita memiliki komunitas yang positif, maka kita juga akan terdorong untuk berpikir dan berlaku positif.

Oleh sebab itu, YIPC hadir sebagai sebuah komunitas positif yang diharapkan juga menjadi salah satu solusi terhadapa masalah ini. YIPC selalu menekankan bahwa betapa pentingnya kita memahami dan merenungkan Firman-Nya melalui Scriptural Reasoning. Dan sebagai komunitas kita selalu saling mengingatkan dan menguatkan agar kita dapat menaati dan mengaplikasikan Firman itu. YIPC bukan komunitas yang banyak kesibukan superfisial tapi tanpa berakar pada Firman. Sebaliknya, dengan berakar pada Firman, maka kita akan mampu berbuah banyak melalui karya-karya yang berguna. Ada kalanya mungkin kita gagal dan jatuh, tapi komunitas kita akan menolong kita untuk bangkit kembali.

Tidak lama lagi YIPC akan memiliki hajat besar tahunan yaitu National Conference, tepatnya 30 Juli – 6 Agustus. Kita akan belajar bersama tentang doa yang sangat krusial dalam membangun hubungan dengan Allah. Sebagai umat Muslim dan Nasrani, kita akan belajar dari Al-Fatihah dan doa yang diajarkan oleh Isa Al-Masih dalam kitab Injil sebagai dialog pengalaman dan tradisi iman. Kita juga akan mempelajari kehidupan nabi Ibrahim/ Abraham yang menjadi “Bapa” bagi kaum Yahudi, Nasrani dan Muslim. Melalui refleksi ini, semoga kita akan menjadi anak-anak yang baik dan menjadi keluarga yang rukun, seperti tema NC kali ini: “Indahnya Hidup Rukun Bersama”. Sebagai dialog teologis, kita akan belajar melihat bagaimana hubungan Muslim dan Nasrani dalam Kitab Suci Taurat, Injil dan Qur’an serta sejarah di jaman pra-Islam hingga para kalifah. Dialog sosial etis akan mengambil topik “Hak Asasi Manusia” sebagai salah satu pergumulan bangsa Indonesia yang masih dalam proses. Begitu banyak pelanggaran HAM terjadi di Republik ini, dimana kita sebagai para peacemaker harus peduli. Akhirnya, dalam NC kali ini kita juga akan belajar skill yang akan melengkapi kita sebagai peacemaker yaitu “Pemulihan Luka-luka Batin” dan “Menulis yang Kreatif”. Banyak dari antara kita sulit move on karena masa lalu kita. Dan bila kita sudah bisa move on, semoga kita bisa menolong teman-teman kita juga, yang memiliki luka batin yang mendalam. Selain itu, penyebaran semangat perdamaian ini perlu kreatif dalam segala bentuk media menjangkau generasi ini.

Selamat menikmati PeaceNews edisi Juni ini, yang akan menyajikan ulasan nilai perdamaian “Indahnya Keberagaman”, interfaith dialogue seputar “Puasa”, serta testimoni dari Ambon, Madura dan Jogja.

Akhir kata, selamat memasuki bulan Ramadhan dan selamat menunaikan ibadah puasa. Kiranya melalui puasa kali ini, kita makin menjadi insan yang berbudi luhur serta mampu mengendalikan diri dengan lebih baik. Salam Peace Shalom!

Oleh Andreas Jonathan, Ph. D.Cand

Cara download,

  1. Arahkan kursor ke pojok kanan frame newsletter di atas.
  2. Klik  popout

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.