PEACENEWS Edisi Mei 2016

Di antara kita, adakah yang tidak memiliki account di media sosial? Saya rasa tidak ada. Pasti semua punya. Konon, orang yang punya lebih dari 3 account di ‘medsos’ (singkatan populer untuk media sosial) itu banyak. Bisa jadi, anda termasuk orang yang tidak pernah absen mengakses media sosial setiap harinya. Dalam beberapa tahun terakhir, demam media sosial bagaikan wabah penyakit menular. Dengan medsos, informasi pun menjadi mudah diakses ataupun dibagikan.

Tapi sayangnya, informasi tentang kebencian, memecah belah, berbau fitnah ataupun kecurigaan, cenderung lebih mudah tersebar, dibandingkan dengan informasi kebaikan dan kedamaian. Membincang kebaikan di media sosial dianggap kurang menarik dibandingkan membahas isu negatif. Celakanya, informasi negatif seringkali dianggap benar tanpa berusaha untuk melakukan tabayun atau konfirmasi. Tidak sedikit orang yang termakan opini sesat tanpa kuasa menolaknya. Akal sehat menjadi tumpul dan tidak kritis. Salah satu akibatnya, kita mudah berprasangka buruk kepada seseorang disebabkan dia menjadi bagian dari agama, suku atau kelompok tertentu.

Padahal Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan bahwa berprasangka (zhann) itu adalah sebohong-bohongnya perkataan. Prasangka, biasanya, menyebabkan atau disebabkan oleh stereotype, yaitumenilai seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan. Dengan dua sikap ini, misalnya, seseorang akan mudah menuduh seorang Muslim menyukai kekerasan, disebabkan sebelumnya ada pemberitaan tentang aksi terorisme yang dilakukan oleh oknum orang Islam. Juga sebaliknya. Orang Kristen akan mudah dianggap membenci umat Islam, disebabkan oleh pemberitaan senada.

Melalui PeaceNews edisi ke-2 ini,  kami bertekad mengurangi –kalau bisa menghilangkan—prasangka buruk yang ada di benak kita. Kenapa? Karena, kalau kita mudah curiga, hidup ini akan jauh dari rasa aman dan damai. Pikiran buruk tentang orang lain akan selalu menghantui kita. Makanya, izinkan kami, untuk menyebarkan berita positif yang penuh kedamaian.

Oleh Ayi Yunus R., Ph.D. Cand.


Cara download,

  1. Arahkan kursor ke pojok kanan frame newsletter di atas.
  2. Klik  popout

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.