Aksi Kemanusiaan di Pinggir Jalan

Dari pinggir jalanan berdebu, ternyata sejumlah manusia menyukai aktivitas penggalangan dana untuk meringankan beban korban peristiwa bencana alam. Tindakan tersebut pun memberikan cerminan tentang sebuah etos menjunjung tinggi kebersamaan yang kerapkali ditunjukkan oleh orang-orang di sekitar kita.

Mari kita tengok saja bagaimana sejumlah mahasiswa ataupun warga mewakili suatu kelompok dan komunitas tertentu rela berdiri berjam-jam untuk menggalang dana di pinggiran jalan. Hanya dengan maksud meringankan beban masyarakat yang sedang berduka.

Semangat itu juga yang menunjukkan rasa solidaritas dan rasa saling mengasihi satu dengan yang lain. Aksi kemanusiaan lewat penggalangan dana tersebut, menunjukkan betapa kita dengan mudah tergerak untuk membantu orang lain terutama mereka yang sedang membutuhkan bantuan.

Sejenak kita bisa membayangkan. Betapa penggalangan dana di pinggir jalan sudah menjadi tradisi kekinian untuk ikutserta membantu siapapun orang-orang di sekitar kita yang sedang berduka  utamanya karena faktor bencana alam.

Lihatlah sejumlah orang membawa kardus dengan tempelan kertas bertuliskan ungkapan prihatin dan semangat untuk menarik bantuan untuk membantu saudara-saudara yang lagi kesusahan. Mereka berdiri tanpa beban dan dengan sangat antusias mendatangi setiap pengendara yang berhenti di pertingaan lampu merah.

Penggalangan dana ini tak hanya untuk korban gempa bumi, longsor, banjir tetapi juga untuk peristiwa-peristiwa kemanusiaan lainnya. Aksi di jalan raya ini mencerminkan bahwa ada maksud baik untuk mengajak segenap warga masyarakat untuk ikut bersama-sama mengobati hadirnya rasa sedih dan meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah.

Lalu apa yang bisa kita petik dari pelajaran aksi kemanusiaan di pinggir jalan?

Kita diajarkan untuk rajin berbagi kepada siapapun terutama di pinggiran jalan tempat akses masyarakat berlalu lalang. Kita biarkan diri kita lebih banyak menyumbang amal baik. Tak hanya buat saudara kita yang  satu desa maupun satu daerah yang perlu kita santuni.  Orang-orang berbeda, suku, bahasa dan agama pun layak kita santuni sebab mereka adalah manusia yang sedang ikut menikmati keindahan dunia bersama kita di dunia ini.

Adakah kalian sudah berbagi hari ini?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.